Senin, 07 Oktober 2019

Kamu Bisa Sekaya Bill Gates Atau Orang Kaya Lainnya, Hanya 5 Jam?

NoteNews - Rahasia sukses seperti Bill Gates, Ellon Musk, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg dan orang kaya lainnya sebenarnya dapat dimulai dari hanya 5 jam saja.
Dilansir dari Curiosity (23/9), untuk sukses kita dapat menggunakan teknik The 5 hour Rule atau 5 jam pembelajaran. Cara kerja teknik ini adalah menyisihkan waktu satu jam setiap hari libur (5 hari libur = 5 jam) untuk memfokuskan diri belajar dan latihan untuk menjadi sukses.
Coba untuk latihan dan bacalah hal yang ingin ditekuni untuk mencapai cita-cita sukses kamu. Jika kalian ingin membuka restoran cobalah belajar memasak dan baca buku soal memasak, apapun yang diimpikan cobalah pelajari setiap sejam dalam hari libur. Jika sudah 5 jam, mungkin kalian bisa mendapatkan awal yang baik atau vision yang lebih cerah.
Teknik ini sebenarnya lebih menekankan untuk belajar cerdas dari pada belajar keras, serta ini membantu memberanikan anda untuk memulai suatu bisnis dan bersifat jangka panjang.
Dalam 5 jam tersebut, menurut curiosity kamu dapat melakukan 3 hal. Pertama bacalah buku yang sesuai dengan minat kamu, bahkan Bill Gates sendiri dikenal kutu buku dahulunya.
Kedua berpikir untuk refleksikan dirimu, luangkanlah waktu untuk menilai dirimu sendiri dan apa yang kurang. CEO Amazon, Jeff Bezos menerapkan ini pada pegawai seniornya untuk mengevaluasi diri sendiri selama 4 jam perminggu.
Ketiga yang paling penting bereksperimen, hal ini merupakan hal paling krusial untuk sukses. Eksperimen di perlukan untuk menemukan hal-hal yang kreatif dan pembelajaran yang efektif.
Google dan facebook sendiri merupakan hasil eksperimen yang berujung pada keberhasilan.

Sumber : Akurat.co

Kenapa Orang yang Tinggal di Pinggir Pantai Lebih Sehat Mentalnya ?

NoteNews - Jika kamu mencari kebahagiaan, cobalah tinggal di dekat-dekat Pantai. Karena sebuah penelitian menunjukan bahwa orang yang tinggal lebih dekat ke tepi laut memiliki Kesehatan Mental yang lebih baik.
Penelitian yang dilakukan di University of Exeter, ini menyimpulkan bahwa mereka yang hidup di laut memiliki kehidupan yang lebih bahagia dan Kesehatan Mental yang lebih baik.
Survei dilakukan kepada 25.963 peserta menunjukkan bahwa orang yang tinggal di tepi Pantai mendapat banyak manfaatnya. Orang-orang yang memiliki rumah kurang dari satu kilometer dari Pantai memiliki kemungkinan 22 persen lebih kecil menderita gangguan mental.
Dijelaskan juga pada penelitian ini bahwa terlepas dari pendapatan rumah tangga, mereka yang berpenghasilan rendah, tetapi tinggal kurang dari satu kilometer dari laut memiliki kemungkinan 40 persen lebih rendah mengalami gejala gangguan mental, dibandingkan dengan mereka yang berpenghasilan sama tapi tinggal lebih dari 50 km dari Pantai.
Dr. Jo Garrett, pemimpin penelitian, mengatakan bahwa penelitian tersebut menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa orang-orang miskin yang tinggal di dekat Pantai mengalami lebih sedikit gejala gangguan mental.
"Ketika berkaitan dengan Kesehatan Mental, zona 'protektif' ini dapat memainkan peran yang berguna dalam membantu menyamakan kedudukan di antara mereka yang berpenghasilan tinggi dan rendah," jelasnya.
Tentu saja, masalah Kesehatan Mental sangat kompleks dan meskipun penelitian ini menunjukkan kehidupan yang baik di tepi laut, kamu tetap perlu mencari bimbingan ahli sebelum membuat keputusan besar dalam kehidupan seperti pindah tempat tinggal di sekitar Pantai.[]

Sumber : Akurat.co

Jangan Percaya Kalau Kopi Bikin Susah Tidur, itu Hoax!

NoteNews - Banyak yang beranggapan bahwa minum Kopi sebelum Tidur dapat mempengaruhi kualitas Tidur. Padahal, tidak demikian.
Sebuah penelitian di Amerika Serikat dari Florida Atlantic University dan Harvard Medical School meneliti 785 peserta dimana mereka akan dipantau jam Tidur malamnya selama 5.164 hari, dengan mencatat berapa banyak Kafein dan nikotin yang mereka konsumsi.
Tim kemudian membandingkan konsumsi mereka dengan hasil dari buku harian Tidur dan sensor pergelangan tangan yang mencatat durasi Tidur peserta, efisiensi Tidur dan seberapa cepat mereka bangun pada pagi hari.
Studi ini menemukan bahwa nikotin dan Alkohol mengganggu Tidur. Setelah 42 menit mereka merokok, Tidurnya akan terganggu. Tapi, tidak untuk Kafein.
Dalam jurnal Sleep, Dr Christine Spadola, dari Florida Atlantic University, mengatakan bahwa hingga saat ini, penelitian yang menyelidiki secara menyeluruh hubungan antara Kafein dengan mengganggu Tidur malam itu tidak benar. Banyak yang beranggapan kalau Kafein adalah zat yang paling kuat menggangu jam Tidur, sehingga orang tersebut insomnia.
"Kami tidak melihat adanya hubungan antara konsumsi Kafein dengan waktu Tidur," katanya dikutip AkuratHealth dari Gulf Today, Senin, (7/10). 
Sebelumnya, ahli Tidur St. Neil Stanley, mengklaim bahwa minum Kopi sebelum Tidur akan membuatmu tetap terjaga pada malam hari adalah mitos. 
"Beberapa orang sangat sensitif terhadap efek Kafein dan bagi orang-orang ini penting untuk menghindari minuman minum yang mengandung Kafein sebelum Tidur," katanya.
Sebailiknya, penelitian yang diterbitkan oleh Europa Journal of Epidemiology, menyarankan minum Kopi sedikitnya dua cangkir sehari karena bermanfaat untuk meningkatkan harapan hidup hingga dua tahun.[]

Sumber : Akurat.co

Cara Terbaik Untuk Melawan Drone

NoteNews - Startup yang berbasis di California, Anduril Industries mulai memasok militer AS dengan drone Anvil. Dirancang untuk menurunkan drone lain dengan menabraknya.
Salah satu pendiri Anduril adalah Palmer Luckey, yang juga merupakan pendiri Oculus VR dan perancang headset realitas virtual Oculus Rift. Karya startup barunya berkaitan dengan masalah dunia nyata dari kendaraan udara tak berawak yang bermusuhan memasuki wilayah udara terbatas.
"Semua sistem soft kill adalah pemborosan waktu," jelas Luckey, mengutip Digital Trends.
Dia merujuk pada beberapa teknologi anti-drone lain yang hanya menonaktifkan target mereka, seperti dengan mengganggu sinyal drone atau meretas drone saat di udara.
Rupanya, cara terbaik untuk melawan drone adalah dengan drone lain untuk menabrak, dan inilah yang dirancang untuk dilakukan oleh Anvil. Drone anti-drone dilengkapi dengan sensor elektro-optik dan inframerah yang memungkinkannya untuk menemukan, melacak, dan mencegat target.
Seorang operator mengawasi umpan Anvil melalui pengontrol genggam dan mengeluarkan perintah terakhir untuk meluncurkan serangan dengan kecepatan sekitar 100 mil per jam.
Anvil memiliki baterai dan motornya yang dioptimalkan untuk penerbangan pendek tapi cepat. Rotor drone terletak di bagian bawah, dan semua bagian yang kritis terhadap penerbangan ditempatkan serendah mungkin. Desain ini bertujuan untuk memungkinkan Anvil untuk kembali utuh setelah menabrak drone lain.
Masalah terbesar membuat drone untuk menghancurkan drone lain adalah kerusakan yang akan diterimanya sendiri. Namun, Luckey percaya pada kemampuan bertahan Anvil, meskipun akan membutuhkan banyak armada drone.

Sumber : Akurat.co

Jumat, 04 Oktober 2019

Terapkan Pola Manajemen Risiko Bank BJB dengan Baik, Agus Mulyana Raih Top GRC 2019

Note News - Mendapat penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars. Bank BJB dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan.

Tak hanya itu saja, Bank BJB berhasil menerapkan pola manajemen risiko yang berhasil dibuktikan oleh Agus Mulyana dengan terbukti memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan. Bank BJB berhasil menjaga Catatan perseroan pada Semester I 2019 rasio Non Performing Loan (NPL) di level 1,7% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 yang sebesar 2,61%. 

Sementara itu, rasio Net Interest Margin (NIM) Bank BJB berada pada level 5,7% atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9%. Sedangkan dari segi kinerja, tercatat total aset Bank BJB berhasil tumbuh 6,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7% yoy. Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2% yoy.

Yang tentunya, langkah positif pengelolaan risiko perusahaan ini juga diakui berbagai pihak yang kompeten, termasuk di antaranya Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center yang saling bekerja sama memberikan penghargaan TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2019.

Namun tak hanya Bank BJB saja yang mendapat penghargaan, Agus Mulyana juga mendapatkan penghargaan dalam acara ini. Dimana Direktur Kepatuhan Bank BJB, Agus Mulyana dinobatkan sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang ini. 

"Bank BJB menyadari berbagai langkah usaha yang dilakukan perseroan harus dilandasi oleh tujuan mulia untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi negeri. Seluruh keputusan perusahaan selalu didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, didukung analisis tajam untuk melihat berbagai peluang dan ikhtiar nyata demi mempertahankan kebutuhan nyata dan berkelanjutan," kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, M. As'adi Budiman. 

Bank BJB sendiri selalu menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG) dalam setiap langkah usahanya. GCG Bank BJB telah terbukti bekerja dengan baik dan beberapa kali membuat perbankan diganjar penghargaan, tak terkecuali dari lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Sumber: AyoBandung.com

Mendapat Gelar, Agus Mulyana Melalui Proses Yang Cukup Panjang

Note News - Penghargaan TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2019 berhasil diraih Agus Mulyana. Agus Mulyana Resmi menjadi direktur Bank BJB dan mendapat gelar The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang apresiasi di bidang manajemen risiko tersebut.

Penghargaan yang diraih oleh Agus Mulyana terbilang telah melalui proses yang cukup panjang. TOPGRC sendiri adalah kegiatan pembelajaran bersama tentang governance, risk, and compliance sekaligus apresiasi kepada perusahaan dan individu yang dinilai berkinerja baik serta telah menerapkan GRC dalam pengelolaan usaha bisnisnya.

Dalam akun Instagram pribadinya @amulyana46, pria yang akrab disapa Amul ini mengaku bangga sekaligus merasa terhormat atas pencapaian yang berhasil ia gapai. Penghargaan ini menjadi bukti apresiasi nyata yang disematkan dewan juri kepada kinerja Amul. Menjadi sebuah kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi saya selaku Direktur Kepatuhan bank bjb didapuk sebagai The Most Committed GRC Leader 2019.

Tentu saja ini tak luput dari peran serta seluruh insan Bank BJB yang senantiasa menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG) dalam setiap langkah usahanya untuk mewujudkan bjb lebih baik, kata Amul.

Kinerja manajemen risiko yang dicatatkan Bank BJB memang terbukti moncer. Salah satu indikatornya, rasio kredit macet alias Non Performing Loan (NPL) bank bjb Semester I 2019 terjaga di level 1,7% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 sebesar 2,61%.

Catatan positif ini ikut diciptakan di bawah polesan tangan dingin Agus Mulyana yang sempat menjabat sebagai direktur kepatuhan dan manajemen risiko hingga pengujung April 2019. Pola manajemen risiko yang diterapkan bank bjb selama ini terbukti berhasil memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan.

Berbagai langkah pengambilan keputusan usaha yang dijalankan perbankan juga bisa terhindar dari risiko merugikan bahkan mendorong ekspansi keuntungan pada level optimal. Penghargaan ini diberikan setelah melalui proses penjurian yang sangat ketat oleh dewan juri yang terdiri dari berbagai pihak yang kompeten, termasuk di antaranya Majalah Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center.

Para juri menilai bahwa sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (GCG), manajemen risiko dan manajemen kepatuhan di bank BJB memuaskan. Performa seperangkat indikator ukur itu menunjukkan bank BJB berada di tingkat yang Sangat Baik dalam konteks manajemen risiko, sehingga bank BJB juga mendapatkan penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars.

Dari segi kinerja, perseroan juga memperlihatkan tren positif. Tercatat total aset bank BJB berhasil tumbuh 6,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7% yoy. Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2% yoy.



Sesuai Ketentuan OJK, Agus Mulyana Gantikan Kedudukan Ahmad Irfan

Note News - Agus Mulyana selaku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) kali ini ditunjuk menjadi pelaksana tugas (plt) Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Agus Mulyana kali ini mengisi kekosongan dimana sebelumnya, posisi tersebut diisi oleh Ahmad Irfan.

“Dirut baru hasil fit and proper test akan dilantik Maret (2019) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Tetapi sesuai ketentuan OJK, posisi dirut tidak boleh kosong. Jadi ada rangkap jabatan oleh direktur kepatugan sebagai plt dirut,” ucap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Bandung, Selasa (11/12).

Dalam RUPSLB, pemegang saham juga menyetujui perubahan pengurus Perseroan yaitu memberhentikan dengan hormat Ahmad Irfan selaku Direktur Utama Bank BJB terhitung sejak ditutupnya Rapat dan Pemberhentian Agus Gunawan selaku Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB yang wafat pada tanggal 9 November 2018 yang kemudian digantikan oleh Agus Mulyana selaku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank BJB.

“Mendapat mandat RUPS merangkap sebagai dirut. Hal biasa dalam organisasi. Saya akan terus menjalankan program-program yang sudah dibangun oleh Pak Ahmad Irfan, dan akan memerbaiki jika ada kekurangan,” tukas Agus Mulyana.

Dimana Agus Mulyana sebelumnya juga pernah menjadi Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB pada periode 2014 – 2015, dan Pemimpin Kantor Wilayah III Bank BJB sepanjang 2013 – 2014.